Selasa, 10 September 2013

TBM Iboekoe : Sarana Menyemai Nilai Luhur

Posted by Glendomi On Selasa, September 10, 2013 | No comments
Perkembangan zaman yang kian maju kadang menggerus nilai-nilai masa lampau yang dirasa kurang menarik bagi anak-anak dan orang muda sekarang. Mereka lebih senang menghabiskan sisa waktunya dengan nongkrong, bermain komputer dan game elektronik lainnya.
Melihat fenomena tersebut Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iboekoe mencoba mengatasi persoalan dengan menularkan nilai-nilai luhur masa lalu kepada pemuda di sekitar kampung Patehan, Yogyakarta. Forum diskusi telah menjadi wadah setiap orang di dalamnya untuk terus mengasah, menambah dan mengembangkan ilmu serta pengetahuan.

Seringkali stereotip tidak berdaya yang melekat pada orang lanjut usia (lansia) menjadikan mereka termarjinalkan dari sistem sosial. Mereka terkesan dibiarkan sendiri dan terasing dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Sangat disayangkan para lansia ini melewatkan waktu tanpa ada penularan nilai-nilai luhur sejarah. Padahal kekayaan memori sejarah yang pernah mereka alami mampu menjadi bahan cerita dan diskusi dengan sesama lansia hingga anakanak atau cucu-cucu mereka dan generasi penerusnya.

TBM Iboekoe (dibaca: iboekoe) yang dulu bermula dari komunitas pecinta buku melihat kenyataan telah terjadi gap antara lansia dengan generasi muda. Kondisi lingkungan sosial juga penambah persoalan. Akibatnya hubungan komunikasi masyarakat menjadi renggang dan terbagi dalam kelompok-kelompok usia. Pemuda merasa komunikasi dengan lansia tidak bisa menyatu. “Obrolan mereka ga nyambung,” tutur Faiz Ahsoul, pengurus TBM Iboekoe.

Usaha yang dilakukan Iboekoe salah satunya memberikan wadah bagi lansia untuk berdiskusi. Terletak di tengah perkampungan yang dikelilingi rumah-rumah warga menjadikan Iboekoe sebagai akses literasi warga sekitar. Faiz Ahsoul mengutarakan, dengan lokasi tersebut membuat warga untuk mengakses TBM Iboekoe terasa mudah. “Bayangkan bila akses TBM berada di pinggir jalan, tentu warga atau masyarakat akan sangat terbatas mengakses karena crowded dengan lalu lalang jalan raya,” kata dia.

Disscusion group yang dicetus sebagai program literasi bagi lansia memiliki makna penting dalam gagasannya. Kelompok-kelompok diskusi menjadi wadah bagi orang-orang di dalamnya untuk mengasah, menambah dan mengembangkan ilmu serta pengetahuan mereka. Jalinan kekeluargaan juga akan terbentuk dari adanya komunikasi dan interaksi.

Program-program menarik dan kreatif diciptakan di TBM Iboekoe seperti siaran radio dengan nama R Boekoe (dibaca: radio buku) yang digunakan sebagai media dalam menyiarkan berbagai kegiatan Iboekoe dan mengajak pendengar untuk “mendengar buku”. Hal itu merupakan slogan dari Radio Boekoe yang memiliki arti hasil suara-suara yang direkam kemudian disimpan dalam bentuk compact disk (CD). Selain Radio Boekoe ada juga Angkringan Buku, yang ditujukan bagi generasi muda yang suka nongkrong namun tetap bisa membaca buku.

Menyambut hari keaksaraaan, TBM Iboekoe mengadakan program kearsipan. Dengan tujuan merangkum seluruh bahan bacaan yang ada di TBM Iboekoe. Lalu, diboekoekan dalam bentuk kliping dan juga ke dalam bentuk digital lewat alat yang disebut “meja arsip”. Dengan menggunakan meja arsip yang digagas Gus
Muh, maka akan lebih mempermudah pembukuan arsip-arsip penting.
(Mochamad Fatchan Chasani)

Minggu, 14 Juli 2013

Pendidikan sering dihadapkan pada kasus dilematis yang sulit terurai pemecahannya. Biaya operasional versus mutu atau kualitas merupakan dua hal yang terus dicoba penyelesainnya.
Fresstyana Ristuningsih, S.Pd bersama para
peserta didik PAUD RASI Bintang (Foto Fatchan)
Tidak dapat diabaikan bahwa operasional pendidikan membutuhkan biaya sebagai prasyarat dalam menjalankan roda kegiatannya. Pendidik butuh digaji, pembelajaran perlu media dan dana menjadi hal yang vital dalam penyelenggaran pendidikan. Salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Masyarakat Indonesia cenderung berpendapat, penyelenggaraan PAUD dapat dilakukan dengan mudah, mengingat sasaran program pendidikan adalah anak-anak. Implementasi di lapangan banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program PAUD berbiaya murah dengan konsekuensi kualitas terabaikan.
Masalah tersebut biasa terjadi pada PAUD nonformal dengan satuan Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Hal ini berakibat banyak lembaga PAUD nonformal terkesan asal-asalan dalam menyelenggarakan pendidikan ini. Implikasinya, kualitas pendidikan menjadi rendah dan cenderung kurang mendapat apresiasi atau partisipasi orangtua. 
Hal tersebut tidak terjadi di PAUD Rumah Anak Sholeh Indonesia (RASI) Bintang yang terletak di Jalan Parangtritis km 8, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daearah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengusung visi menciptakan rumah belajar dan bermain bagi anak, PAUD RASI Bintang mencoba menuju PAUD murah namun tidak murahan.
Koordinator Pendidik PAUD RASI Bintang Fresstyana Ristuningsih, S.Pd mengemukakan hal itu seusai musyawarah bersama orangtua wali murid. “Niat kami ibadah dan insyaallah RASI Bintang bisa berkembang,” katanya.
Untuk biaya pendidikan, orangtua cukup membayarkan biaya bulanan sebesar Rp.25.000,-. Sudah termasuk snack dan layanan kesehatan setiap dua bulan sekali. Menurut pengelola, biaya tersebut dirasa masih kurang. “Kami coba pas-pasin dengan anggaran yang ada,” ujar Ny Dewi Novitasari S.Kep.,Ns. selaku bendahara sekaligus koordinator bidang kesehatan PAUD RASI Bintang.
Untuk mencukupi biaya operasional, lembaga ini mengajukan bantuan dan melakukan kerjasama, antara lain dengan PLS UNY melalui Tim Tosca Training. Kerja sama tersebut berbentuk kegiatan outing class dengan simulasi di PAUD RASI Bintang pada 26 Juli 2013.
PAUD RASI Bintang mengajarkan, keterbatasan bukan kendala untuk meraih prestasi. Berbekal niat dan kegigihan, serta komitmen para pengelolanya sudah mampu membuktikan dapat menyelenggarakan proses pendidikan PAUD.
(Mochamad Fatchan Chasani)

Sabtu, 27 April 2013

Kursus Komputer SKB Bantul 2013

Posted by Glendomi On Sabtu, April 27, 2013 | 1 comment

Bantul. Perkembangan jaman yang semakin pesat menuntut manusia untuk dapat menguasai teknologi. Penguasaan terhadap teknologi mendorong manusia supaya memiliki kompetensi khusus yang dapat membantu produktivitas manusia dalam bekerja. Salah satu bentuk penguasaan teknologi yakni program Kursus Komputer seperti yang diselenggarakan oleh SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kab. Bantul.
Penyelenggaraan kursus komputer ini bertujuan untuk membekali peserta kursus dalam menguasai program-program komputer khususnya mengenai program office. Program office yang meliputi ms word, excel dan powerpoint merupakan program dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta kursus. Hal ini melihat dari adanya tuntutan pekerjaan yang mengharuskan peserta kursus memiliki kemampuan atau kompetensi dalam pengoperasian program office tersebut. Program office menjadi materi utama kursus komputer ini, selain itu terdapat materi tambahan yakni mengenai internet. Internet dirasa perlu diberikan sebagai materi pengaya dikarenakan adanya tuntutan dan kebutuhan arus komunikasi yang cepat.
Hadirnya kursus komputer yang diselenggarakan oleh SKB Bantul memberi dampak positif dalam mengasah dan menambah keterampilan para pesertanya. Seperti yang dituturkan Ibu Mira, salah seorang peserta kursus komputer yang juga seorang pendidik PAUD, “Pelatihan ini sangat bermanfaat”.
Kursus Komputer SKB Bantul telah diselenggarakan dari tanggal 20 April 2013 dengan alokasi waktu 3 jam/pertemuan. Peserta kursus komputer berasal dari kalangan pendidik PAUD dan masyarakat umum. Kursus komputer ini diprediksikan akan berlanjut sampai pertengahan bulan Juni 2013.

Selasa, 16 April 2013

Rasi Bintang Tampil Perdana

Posted by Glendomi On Selasa, April 16, 2013 | No comments
Glendomi. Selasa, 16 April 2013 PAUD RASI Bintang tampil perdana dengan pembelajaran yang cukup menggembirakan. Beberapa anak-anak bermain bola mini dan bermain masak-masakan, namun masih malu-malu satu sama lain. Hal ini dikarenakan untuk pertama kalinya mereka bertemu teman baru yang sebelumnya belum saling mengenal. Dengan asyiknya beberapa anak bermain dengan arahan Bu Ana, Bu Yuyun dan Bu Dewi sebagai pendidik. Bermain dilakukan di awal sebelum pembelajaran, dengan tujuan sebagai sarana sosialisasi anak mengenal teman-teman barunya.

Orang tua yang mendaftarkan anaknya di PAUD RASI Bintang tercatat 16 anak, namun pada pembelajaran pertama ini diluar dugaan ada beberapa yang mendaftar sebanyak 4 anak. Total sementara anak yang terdaftar di PAUD RASI Bintang berjumlah 20 anak didik. Hal ini di luar dugaan, karena mengingat beberapa minggu yang lalu hanya 11 anak yang mendaftar di PAUD Rasi Bintang, dan itupun belum semuanya mengumpulkan kelengkapan pendaftaran yang meliputi formulir dan akta kelahiran anak. 

Penerimaan dan dukungan masyarakat Dadapan, Sewon, Bantul yang menjadi lokasi berdirinya PAUD RASI Bintang ditunjukan dengan antusias para orang tua terutama ibu-ibu yang mendaftarkan anaknya di PAUD Rasi Bintang. Namun, semua itu tidak terlepas dari kerja keras para pengelola PAUD RASI Bintang yang senantiasa memperkenalkan PAUD sebagai wadah bagi anak usia dini dalam mengembangkan segala potensi melalui berbagai rangsangan yang diberikan. 

Harapan yang menjadi visi PAUD RASI Bintang yaitu mewujudkan generasi unggul yang mandiri, sehat, cerdas dan berakhlak mulia sesuai tuntunan Al-Quran dan Hadis. PAUD RASI Bintang berusaha mencapai visi tersebut melalui pembelajaran berbasis pada anak (student centered learning). Semoga kedepannya PAUD RASI Bintang mampu berkembang dan menjadi tempat tumbuhnya bibit-bibit unggul dengan akhlak mulia.


Minggu, 24 Maret 2013

RASI BINTANG Go Publik

Posted by Glendomi On Minggu, Maret 24, 2013 | No comments

(24/3) Pendidikan Anak Usia Dini semakin menjadi perhatian besar baik dari kalangan pemerintah, para akademisi maupun masyarakat. Sejak dipublikasikannya berbagai penelitian mutakhir  baik di bidang neurologi mengenai otak anak maupun mengenai kecerdasan anak yang digaungkan oleh Howard Gardner yang dikenal dengan multiple intelligence, masyarakat Indonesia semakin cerdas memahami pentingnya memberikan rangsangan pendidikan kepada anak sejak dini agar apa yang menjadi bekal anak yang telah ada dalam dirinya dapat berkembang secara optimal.
Namun, para pakar telah menyakini IQ hanya memberi kontribusi 20% sedangkan yang lainnya adalah kecerdasa emosional (EQ), menurut Goleman kecerdasan intelektual tak dapat bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa kecerdasan emosional (Mansur, 2005:57).  Hal ini menjadi landasan penting bagaimana PAUD dapat semestinya merangsang anak usia dini. RASI Bintang atau Rumah Anak Sholeh Indonesia Bintang mencoba memfasilitasi anak tidak hanya akan merangsang otak anak (IQ) tapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Berupaya memasyarakatkan pendidikan anak usia dini bernafas islami, pada hari ini (24/3) tim pengelola KB Rasi Bintang turun ke jalan. Salah satu agenda Rasi Bintang adalah sosialisasi kepada ibu-ibu yang terkumpul dalam organisai Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

            Sosialisasi ini tidak hanya memperkenalkan Rasi Bintang sebagai kelompok bermain yang baru saja dirintis tapi juga memberikan pengetahuan yang lebih terhadap ibu-ibu karena memang daerah sekitar PAUD yakni di jalan Paris, Km 8 Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul ini belum memiliki lembaga PAUD sehingga perlu adanya pemahaman yang lebih kompleks mengenai pendidikan anak usia dini. Antusias peserta sosialisasi sangat baik terbukti dengan ludesnya brosur dan formulir pendaftaran yang sudah disediakan. Sosialisasi ini dapat berjalan dengan lancar karena adanya kerjasama pengelola dengan pemangku jabatan di daerah ini. (ndu)

Selasa, 19 Maret 2013

Hari 1: Diklat Jurnalistik

Posted by Glendomi On Selasa, Maret 19, 2013 | No comments
Glendomi. Senin, 18 Maret 2013 bertempat di BPKB DIY dilaksanakan Diklat Jurnalistik selama 4 hari, terhitung mulai tanggal 18-21 Maret 2013. Pembukaan Diklat dilaksanakan sekitar pukul 08.30 WIB oleh Kepala BPKB DIY.
Materi diklat pertama disampaikan oleh Y.B. Margantoro dari Bernas yang menyampaikan materi dasar mengenai prinsip dan fungsi jurnalistik. Beliau juga menyampaikan di sela-sela materinya, semua orang dapat membuat berita (citizen journalism). Pada sesi terakhir, peserta diklat mencoba menulis dengan tema media pendidikan atau pendidikan media yang dipilih secara acak.

Pada sesi barikutnya pukul 13.15 WIB, Praba Pangripta menyampaikan materi mengenai desain grafis. Beliau menyampaikan mengenai teknik-teknik manipulasi gambar atau foto guna kepentingan ilustrasi. Ditambahkan pula beliau menyampaikan mengenai komposisi warna yang tepat untuk hasil cetak maupun tampilan monitor. Penyampaian materi disertai dengan mendemonstrasikan teknik-teknik tersebut membuat perserta diklat dapat memiliki gambaran dalam pengoperasian aplikasi manipulasi gambar atau foto. Selain itu, beliau juga memberikan teknik membuat layout buletin dan majalah yang pada prinsipnya memiliki kesamaan dalam pembuatannya, perbedaannya hanya pada size masing-masing layout.
Diklat Jurnalistik hari pertama ini diakhiri oleh Y.B Margantoro pada pukul 20.30 WIB dengan materi penulisan berita.

Selasa, 12 Maret 2013

Dongeng Mengubah Dunia

Posted by Glendomi On Selasa, Maret 12, 2013 | No comments
"Kok,..kok,..kok,..petok", ucap Kak Risdy pada sela-sela mendongeng di KB Taman Firdaus, Kepek, Sewon, Bantul dua hari yang lalu.
Dongeng, tak sedikit orang yang meremehkan mengenai dongeng tak terkecuali para orang tua yang menganggap dongeng hanyalah sekadar cerita tanpa makna, namun pada hari itu tanggal 10 Maret 2013 bersamaan rangkaian program parenting muncul sosok nan asing yang sengaja ingin mendongeng. Beliau bernama Kak Risdy yang merupakan panggilan akrabnya. Dalam kesempatan kali itu Kak Risdy mendongeng fabel untuk anak didik KB Taman Firdaus. Dengan penuh semangat Kak Risdy menyampaikan dongeng bait demi bait yang kemudian direspon oleh anak-anak dengan tawa dan canda.

Penyampaian yang santai dan penuh penghayatan pada cerita dalam dongeng merupakan kunci bagi sang pendongeng. Kak Risdy mengatakan bahwa jika kita (orang tua) yang memiliki anak balita atau PAUD harus mampu bersikap layaknya seperti anak. Selain itu, Kak Risdy menyampaikan pada para orang tua murid seusai mendongeng, bahwa jadikanlah setiap buah itu manis dan jangan pernah jadikan buah buah apel menjadi buah mangga. Itulah istilah yang digunakan Kak Risdy dalam menggambarkan cara mendidik anak usia dini. 

Penciptaan dunia anak melalui dongeng sungguh menakjubkan, mungkin kalau ditelaah secara ilmiah maka dongeng adalah salah satu cara dalam menghubungkan sel-sel otak anak membentuk suatu rangkaian yang saling berhubungan. Hal ini berimbas pada daya rangsang, daya tangkap dan daya cipta pada anak. Sebagai contoh saja seusai Kak Risdy mendongeng, beliau bertanya pada seorang anak, "Hai, nama kamu siapa?", dengan cepat sang anak menjawab "Rafif". Ini merupakan gambaran mengenai daya pikir anak akibat rangsangan dari luar yang ditangkap oleh indera pendengaran kemudian diproses melalui otak dalam menentukan respon yang tepat atas rangsangan tersebut yang selanjutnya dijawab melalui ucapan.

Begitu luar biasanya dongeng yang mungkin tak mampu digambarkan hanya melalui sebuah tulisan ini. Namun, silakan buktikan keajaiban dari dongeng, karena dalam tulisan ini hanya mampu menunjukan manfaat kecil yang ditimbulkan dari dongeng.

Sabtu, 09 Maret 2013

Layanan Baru Glendomi

Posted by Glendomi On Sabtu, Maret 09, 2013 | No comments
Glendomi-2013. Seiring dengan berkembangnya informasi dan teknologi yang semakin pesat, kini Glendomi yang memiliki alamat domain www.glendomi.com telah meluncurkan tema baru yang lebih segar dengan tidak melupakan esensi sebagai webblog yang menitikberatkan pada dunia pendidikan khususnya pendidikan non formal. Tema baru tersebut didukung oleh tampilan atraktif dan sederhana dari template yang digunakan oleh www.glendomi.com sehingga para pembaca akan lebih leluasa dan nyaman dalam menikmati segala macam bentuk bacaan yang disajikan. Selain itu, telah ditambahkan pula laman download yang berisikan file mengenai pedoman/juknis dan juga modul diklat yang tentunya akan dengan mudah diunduh oleh para pembaca dan pelanggan www.glendomi.com. 

Oleh karena itu, atas nama Glendomi mengucapkan terima kasih kepada para pembaca Glendomi atas partisipasinya, semoga Glendomi dapat memberi manfaat bagi kita semua dan dengan segala kerendahan hati, kami tunggu komentar, kritik dan sarannya.

Modul Diklat

Posted by Glendomi On Sabtu, Maret 09, 2013 | No comments
1. Modul Diklat Komputer Dasar------by Fatchan Chasani

Pedoman dan Juknis

Posted by Glendomi On Sabtu, Maret 09, 2013 | No comments
  1. PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 2012
  2. Tamplete Laporan PUS 2011_baru
  3. JUKNIS PAUD 2012
  4. JUKNIS DIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT 2012
  5. JUKNIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN 2012
  6. SIM
  7. Sumber : www.paudni.kemdikbud.go.id