Senin, 24 September 2012

Belajar tempo dulu vs sekarang

Posted by Glendomi On Senin, September 24, 2012 | No comments

Belajar merupakan suatu proses, begitu kata beberapa pakar menyebutkan yang pada intinya bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat dari adanya interaksi pembelajar (orang yang belajar) dengan lingkungannya. Belajar bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan dalam kondisi seperti apapun.

Menyinggung bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam kondisi seperti apapun pada dasarnya sudah dibuktikan kebenarannya. Mengapa demikian?. Hal ini dibuktikan pada konsep belajar tempo dulu yang meskipun dalam kondisi yang serba minim (kekurangan), baik itu fasilitas (sarana & prasarana belajar) maupun kondisi fisik si pembelajar. Belajar tempo dulu banyak dilakukan dalam gelapnya ruangan yang hanya disandingkan sebuah teplok (lampu minyak). Belajar tempo dulu terjadi di pembelajar harus mencari sesuap nasi (bekerja) dengan membawa buku catatan yang diperolehnya dari bangku sekolah. Belajar tempo dulu dilakukan pada kondisi fisik yang tidak begitu sehat karena harus belajar di sekolah pada pagi hingga siang hari kemudian dilanjutkan bekerja di sawah misalnya sampai petang kemudian seusai itu pulang dan harus membantu orang tua di rumah. Kondisi, waktu dan tempat itulah yang digunakan pembelajar untuk terus belajar mencari ilmu.

Sekarang bandingkan dengan konsep belajar pada masa sekarang. Teori – teori mengenai belajar banyak bermunculan yang kurang lebih banyak disampaikan bahwa kegiatan belajar harus dapat dilakukan dengan senyaman mungkin, fasilitas belajar harus dipenuhi sebaik mungkin dan lain sebagainya. Pada intinya konsep belajar masa sekarang lebih mengarahkan bahwa belajar bisa dapat diraih jika berbagai fasilitas yang baik, kondisi belajar yang nyaman dan kesehatan yang mendukung dapat dipenuhi sebelumnya. Hal ini tentu bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada tempo dulu yang meskipun serba kekurangan dengan berbagai keterbatasan namun bisa memacu semangat dan terus giat dalam belajar. Hasilnya pun tidak main-main, dari berbagai kekurangan dan keterbatasan maka menjadikan hal itu sebagai tempaan diri menuju kesuksesan. Hal ini dibuktikan dari berbagai tokoh kampung (daerah) yang mampu melejit dengan kesuksesan yang diraihnya.

Namun bukan berarti teori atau konsep belajar yang ada sekarang ini salah. Penulis hanya mengajak dan mengarahkan mengenai bagaimana dengan adanya konsep belajar sekarang yang dapat dikatakan lebih baik dari segi kondisi belajar dan fasilitas belajar akan lebih mampu menjadikan generasi-generasi penerus bangsa ini lebih baik lagi. Dan tentunya dengan konsep belajar yang diusung sekarang ini bukan menjadikan generasi muda terlena dan menganggap nyaman kondisi belajar yang ada, namun harus menjadi bahan dalam mencari ilmu dan perubahan diri menuju generasi yang unggul. Harapan yang menjadi cita-cita semua orang adalah bangsa ini menjadi bangsa yang maju dengan generasi-generasi yang mampu memanfaatkan fasilitas belajar yang ada dengan baik dan bijak yang kemudian mampu juga dalam mengamalkan segala ilmu dari hasil belajar tersebut pada diri sendiri, orang lain dan tentunya bangsa ini.(Fatchan)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar