Sabtu, 17 Maret 2012

Pengelolaan APE Semasa

Posted by Glendomi On Sabtu, Maret 17, 2012 | No comments
Jumat, 16 Maret 2012 bertempat di Semasa, Dongkelan, Kasihan, Bantul telah dilaksanakan agenda pengelolaan APE (Alat Peraga Edukatif) yang dimotori oleh Mochamad Fatchan Chasani, Siti Septiyany Dewi dan Zulfa Naimatuzahro yang merupakan mahasiswa PLS (Pendidikan Luar Sekolah) angkatan 2009 Universitas Negeri Yogyakarta. Pengelolaan APE di Semasa merupakan agenda dari serangkaian program Praktik Jurusan yang sudah dimulai dari bulan Februari 2012. 

Pengelolaan APE meliputi klasifikasi APE menurut ukuran, penempatan APE dan pembenahan APE. Pengelolaan APE dimulai dari pengklasifikasian APE menurut besar-kecil ukuran APE kemudian berlanjut pada penempatan APE dengan menempatkan APE yang besar pada rak yang paling rendah, APE yang kecil pada rak teratas sampai pada pembenahan APE yang masih baru. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merawat APE yang sudah ada dan yang lebih utama yaitu untuk membantu para pendidik dalam pengklasifikasian dan penempatan APE. Selain itu, agenda pengelolaan APE juga memberikan manfaat kemudahan bagi para peserta didik yang akan mengambil sejumlah APE pada rak-rak yang tersusun rapi tanpa menimbulkan bahaya tertimpa APE. 

Agenda pengelolaan APE di Semasa semoga akan mampu memberi dampak positif bagi perkembangan Semasa, khususnya PAUD Semasa yang masih perlu untuk mendapat perhatian dengan berbagai program-program yang inovatif dan mampu mendorong berkembangnya PAUD Semasa. Fatchan

Jumat, 16 Maret 2012

Pempek di PKBM Wiratama

Posted by Glendomi On Jumat, Maret 16, 2012 | No comments
Jumat, 16 Maret 2012 bertempat di PKBM Wiratama sekitar pukul 16.00 WIB telah diadakan Pelatihan Memasak Pempek. Pelatihan ini merupakan permulaan dari serangkaian program PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup) yang ditujukan kepada warga belajar keaksaraan. Program ini direncanakan akan berkelanjutan dengan dilaksanakan setiap minggu.

Pelatihan memasak pempek dimulai dengan perkenalan dari beberapa mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah angkatan 2009 Universitas Negeri Yogyakarta selaku mitra kerja PKBM Wiratama. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pembuatan pempek yang langsung diikuti oleh para peserta pelatihan. Pelatihan memasak pempek diikuti sekitar 19 warga belajar keaksaraan yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga. Pelatihan ini mendapat respon positif dari warga belajar keaksaraan, hal ini ditunjukan dengan antusias para peserta pelatihan mengikuti setiap arahan dan bimbingan dari mahasiswa mulai dari membuat adonan sampai proses memasak pempek. Pelatihan ini tidak hanya sekadar mengajarkan mengenai praktik memasak pempek namun juga diselingi dengan belajar membaca setiap kata dari bahan-bahan pempek yang telah tersedia.

Meskipun dengan usia yang sudah tidak lagi muda, namun para peserta pelatihan sangat bersemangat untuk mengikuti pelatihan sampai selesai. Mereka berharap dengan kegiatan semacam ini akan membawa manfaat yang baik dan mereka sangat mengharapkan kegiatan seperti ini akan terus berjalan. Sani

Selasa, 13 Maret 2012

Aliran Filsafat Pendidikan

Posted by Glendomi On Selasa, Maret 13, 2012 | No comments

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.

Beberapa aliran filsafat pendidikan:
1.      Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.
Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks.  Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
2.      Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme
Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada.
Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut.
Menurut idealisme, nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Menunut realisme, pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. Sedangkan menurut idealisme, pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai- nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan, dan kekuatannya sepanjang masa.
3.      Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.
Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. Menurut. perenialisme, kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual, sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik.
Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan:
a.     Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu, kemauan, dan akal (Plato)
b.   Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles)
c.    Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. (Thomas Aquinas)
            4.      Filsafat pendidikan konstruktivisme
Teori konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:
a.       Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
b.   Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
c.  Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
d.   Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
e.   Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
f.       Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

DAFTAR PUSTAKA
Abdulhak, Ishak. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. 2012. Esensialisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Esensialisme
Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. 2012. Progresivisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Progresivisme
Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. 2012. Eksistensialisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Eksistensialisme






Minggu, 11 Maret 2012

“Semasa” Tumbuh Bersama Generasi Muda

Posted by Glendomi On Minggu, Maret 11, 2012 | 2 comments

Sabtu, 10 Maret 2012 bertempat di Semasa (Sekolah Masyarakat Desa) sekitar pukul 16.40 WIB telah dilaksanakan pemeriksaan dan pemantauan mengenai tumbuh kembang anak usia dini terhadap peserta didik PAUD Semasa. Pemantauan mengenai tumbuh kembang anak usia dini meliputi pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang dilakukan oleh para pendidik PAUD disela-sela kegiatan pembelajaran mulai berakhir.

Pemeriksaan dan pemantauan yang ditujukan pada peserta didik PAUD Semasa mengenai tumbuh kembang dilakukan guna mengetahui tentang sejauh manakah pertumbuhan anak usia dini yang menyangkut tinggi badan dan berat badan. Pemeriksaan dan pemantauan ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mengontrol kesesuaian antara usia anak dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil dari pemeriksaan dan pemantauan mengenai tumbuh kembang anak usia dini akan digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan pembelajaran yang meliputi materi belajar dan pemberian nutrisi tambahan melalui asupan makanan sehat.

Pemeriksaan dan pemantauan mengenai tumbuh kembang anak usia dini dilaksanakan secara rutin oleh PAUD Semasa. Hal ini dikarenakan tumbuh kembang anak tidak hanya dilihat dari adanya pola pemberian materi belajar yang hanya mengutamakan perkembangan intelegensi anak, melainkan harus diperhatikan juga mengenai perkembangan dan pertumbuhan fisik anak sebagai daya dukung pembentukan / pembangunan diri anak yang tangguh, yang pada akhirnya akan tercipta generasi-generasi muda bangsa yang kokoh dan siap untuk mengarungi masa depan yang cerah. 

Sabtu, 10 Maret 2012

Rajin Bikin, Tak Rajin Merawat

Posted by Glendomi On Sabtu, Maret 10, 2012 | No comments
Rajin Bikin, Tak Rajin Merawat
Sebongkah kalimat di atas sedikit menggambarkan dari sebagian orang yang memiliki Blog atau website namun tak jarang Blog atau Web tersebut tidak mendapat perhatian atau dengan kata lain tak diurus kelanjutannya. Hal ini tercermin dari banyaknya orang yang membuat Blog atau membangun sebuah Website namun yang terjadi hanya penelantaran dan tak ada perawatan. Pada awalnya mungkin Blog atau website tersebut masih padat dengan berbagai postingan namun jika lebih dicermati lagi dan diamati pada kemudian hari maka dapat dipastikan alamat Blog atau Website tersebut terbengkalai dengan postingan-postingan lama.

Banyak faktor yang menyebabkan terbengkalainya atau tidak terawatnya Blog atau website tersebut, salah satunya yaitu kurang fokusnya pemilik Blog atau website dalam mengolah, mengatur dan yang paling utama soal posting yang minim. Fokus merupakan aspek terpenting dalam menjalani atau melakukan sesuatu yang jika diabaikan maka akan menjadi penyebab tidak terpenuhi atau tercapainya sesuatu itu. Aspek fokus alam kaitannya dengan perawatan Blog atau Website dapat dikatakan merupakan sumber kekuatan utama dalam merawat, mengatur, mengolah Blog atau Website yang jika diabaikan akan menjadi penyebab terbengkalainya Blog atau Website tersebut. Bagi sebagian orang termasuk saya sendiri dalam mengolah Blog atau website terkadang sering membuat Blog atau Website namun sering juga menelantarkannya, hal ini merupakan permasalahan kurang fokusnya terhadap pengelolaan materi dalam Blog atau Website sehingga menyebabkan kurang terawatnya Blog atau Website tersebut. Oleh karena itu, marilah mulai detik ini juga dan mulai dari diri sendiri tanamkanlah fokus dalam diri untuk membangun Blog atau Website demi terawatnya dan tercapainya pengelolaan Blog atau Website yang unggul.

Minggu, 04 Maret 2012

Apakah Filsafat itu?

Posted by Glendomi On Minggu, Maret 04, 2012 | No comments
Pengertian
     Filsafat berasal dari bahasa Yunani. Kalimat ini berasal dari kata Philosophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, suka dan kata Sophia berarti pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan (Ali, 1986:7). Filsafat merupakan studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Pengertian Ontologi, Epistemologi dan Axiologi 
  1. Ontologi adalah ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata ini dan bagaimana keadaan yang sebenarnya atau merupakan apa yang menjadi obyek kajian. Ontologi berupaya mengetahui tentang hakikat sesuatu, antara lain ingin mengetahui bagaimana realita yang ada, apakah materi saja, apakah wujud sesuatu ini bersifat tetap, kekal tanpa perubahan, apakah realita terbentuk satu unsur (monoisme), dua unsur (dualisme) ataukah terdiri dari unsur yang banyak (pluralisme). Ontologi dibatasi adanya mutlak, keterbatasan, umum dan khusus.
  2. Epistemologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan dan jenis-jenis pengetahuan. Menurut epistemologi, setiap pengetahuan manusia itu adalah hasil dari benda atau diperiksa, diselidiki dan akhirnya diketahui (obyek), manusia juga melakukan berbagai pemeriksaan dan penyelidikan dan akhirnya mengetahui (mengenal) benda atau hal yang telah diselidiki tadi (subyek), (Salam, 1988:19). Kemudian, epistemologi membahas sumber, proses, syarat, batas fasilitas dan hakikat pengetahuan yang memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-muridnya (Noor Syam, 1986: 95)
  3. Axiologi menyangkut nilai-nilai yang berupa pertanyaan, apakah yang baik dan bagus itu (Manfaat). Definisi lain mengetakan axiologi adalah suatu pendidikan yang menguji dan mengintegrasikan semua nilai tersebut dalam kehidupan manusia dan menjaganya, membinanya di dalam kepribadian anak (Ibid, 1986: 95)
Daftar Pustaka:
Jalaludin dan Idi, A.1997. Filsafat Pendidikan: Manusia, Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama
Sumber Gambar:
http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/11/filsafat-pendidikan.jpg

Kamis, 01 Maret 2012

Isi Sama, Tapi “Label” Beda

Posted by Glendomi On Kamis, Maret 01, 2012 | No comments

Isi sama “Label” beda merupakan cerminan nyata dari adanya praktik yang terjadi di lapangan. Praktik tersebut berkaitan erat dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang terdapat di masyarakat. Katakan saja sebuah lembaga atau perkumpulan masyarakat yang mengatasnamakan sebagai rumah belajar atau pusat belajar atau apapun yang menyerupai itu. Berbagai istilah atau “label” yang disandang merupakan bentuk merk dagang yang sekarang gencar disuarakan namun tak banyak orang yang mengetahui dan merasakan fenomena tersebut. Lembaga atau perkumpulan tersebut terkadang menggunakan istilah yang cukup menjual dengan dipayungi oleh lebih dari satu payung hukum untuk mendapatkan bantuan, namun dengan lokasi/tempat/kelembagaan yang sama. Terbukti trik ini ampuh untuk meraup berbagai bantuan dan kucuran dana yang mengalir deras akan turun seiring dengan pengajuan proposal bantuan.

Praktik semacam ini pada dasarnya melanggar peraturan yang ada, namun apa boleh dikata, menjamurnya praktik semacam ini seolah-olah menjadi hal yang biasa untuk terus dilakukan. Entah apa yang ada dibenak para pengelola lembaga atau perkumpulan yang mengatasnamakan sebagai gerakan masyarakat bahkan sebagai bentuk pendidikan dalam masyarakat sehingga mendorong untuk melakukan praktik-praktik semacam itu. Namun yang pasti masih ada dalam benak mereka untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan pendidikan, khususnya pendidikan yang terdapat di masyarakat.

Penggunaan label atau merk dagang yang menjual memang perlu untuk dilakukan guna pengenalan lebih jauh mengenai lembaga atau perkumpulan yang bersangkutan dan nantinya akan berdampak pada eksistensi lembaga atau perkumpulan tersebut. Namun yang perlu digaris bawahi jangan sampai menyalahi aturan main dalam pengelolaan kelembagaan atau perkumpulan dan pada dasarnya masih banyak kesempatan / peluang lebih banyak untuk mengembangkan lembaga atau perkumpulan dengan cara-cara yang lebih bijak tanpa harus menggunakan “trik-trik busuk” untuk mengelabui pemberi bantuan.

Semoga kedepannya masyarakat Indonesia yang sadar akan pendidikan lebih tanggap lagi dengan fenomena semacam ini dan pendidikan Indonesia lebih berkualitas dengan bentukan pendidikan berbasis masyarakat.