Selasa, 14 Februari 2012

Belajar bagi beberapa tokoh pendidikan merupakan proses, proses yang berlangsung seumur atau sepanjang hidup mulai dari manusia lahir sampai dengan manusia itu meninggal. Proses belajar merupakan suatu struktur yang berkaitan erat dengan komponen-komponen seperti pembelajar (orang yang belajar), pendidik dan lingkungan. Ketiga komponen tersebut merupakan komponen yang sering muncul dalam membentuk suatu proses belajar yang juga tentunya diikuti dengan komponen pendukung lainnya. Keterkaitan komponen utama tersebut membentuk suatu pola dimana pembelajar memperoleh konsep, pemahaman, pengertian dan pengetahuan dari pembentukan dalam diri pembelajar melalui proses belajar diri sendiri dengan belajar penemuan (discovery learningseperti yang dikemukakan oleh Jerome Brunner, maupun melalui proses pembelajaran dari pendidik dan lingkungan.

Proses belajar yang terbentuk pada diri pembelajar melalui konsep belajar penemuan (discovery learning) pada dasarnya menjelaskan mengenai proses pembentukan belajar dengan jalan menggali dan mencari sendiri pengetahuan, pemahaman, pengertian dan konsep-konsep secara mandiri. Hal ini merupakan suatu penjelasan singkat mengenai pemaparan yang telah diungkapkan oleh Jerome Brunner. Dalam proses belajar penemuan ini terdapat dorongan kuat dari dalam diri untuk terus mencari dan menggali segala sesuatu yang menjadi minat seseorang dalam belajar. Konsep belajar penemuan (discovery learning) pada penerapannya dapat diterapkan pada pembelajaran bagi orang dewasa (andragogi). Orang dewasa pada dasarnya terdapat suatu konsep yang menjadi tolak ukur dalam mendukung penerapan konsep dari belajar penemuan (discovery learning). Konsep yang terdapat pada orang dewasa menyebutkan bahwa orang dewasa telah memiliki konsep diri, pengetahuan/pengalaman, berpihak pada hal/sesuatu yang lebih kongkret dan memiliki kecenderungan untuk berbuat sesuatu yang membawa manfaat secara riil. Berdasarkan konsep yang terdapat pada orang dewasa inilah maka dapat menjadi pertimbangan tersendiri di dalam membentuk suatu pola pembelajaran orang dewasa melalui konsep belajar penemuan (discovery learning). Pola pembelajaran orang dewasa pada umumnya memiliki suatu struktur yang termuat di dalamnya yang menjadi pijakan di dalam pelaksanaan pembelajaran. Namun pada pembahasan kali ini akan mengungkap keterkaitan antara konsep belajar penemuan (discovery learning) dengan konsep orang dewasa dalam membentuk suatu pola pembelajaran orang dewasa sebagai usaha mencapai suatu pembelajaran yang sesuai dengan ketercapaian dari tujuan pembelajaran orang dewasa.

Pembelajaran orang dewasa pada dasarnya berbeda dengan pembelajaran pada anak-anak (paedagogy). Perbedaan tersebut terlihat jelas pada penempatan peserta didik dan pendidik, pada pembelajaran orang dewasa menjelaskan bahwa peserta didik ditempatkan pada posisi subyek aktif di dalam pembelajaran dan pendidik ditempatkan sebagai fasilitator/ tutor yang memiliki tugas membimbing, dengan kata lain pembelajaran pada orang dewasa terkenal dengan istilah andragogy, sedangkan pada pembelajaran pada anak yang sering disebut sebagai pedagogi menyebutkan bahwa peserta didik ditempatkan pada posisi obyek dalam pembelajaran dan pendidik ditempatkan sebagai pengajar tunggal dengan memiliki kekuasaan penuh atas kendali pembelajaran. Berdasarkan perbedaan tersebut telah diketahui bahwa di dalam penerapan atas pembelajaran orang dewasa harus disesuaikan pada konteks peserta didik / warga belajar sebagai subyek aktif dalam pembelajaran (student centered learning). Penerapan atas pembelajaran orang dewasa ini jika dilihat melalui konsep belajar penemuan (discovery learning) sangat tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini melihat bahwa pada orang dewasa telah tertanam konsep diri yang kuat dalam menggali dan mencari segala sesuatu yang memiliki nilai manfaat cukup tinggi bagi dirinya. Konsep belajar penemuan (discovery learning) menjadi suatu pijakan dalam membentuk pola belajar orang dewasa yang disesuaikan dengan kebutuhan otang dewasa yang memiliki nilai kebermanfaatan yang cukup tinggi bagi orang dewasa. Oleh karena itu, dengan adanya konsep belajar penemuan (discovery learning) maka usaha untuk membentuk suatu kegiatan pembelajaran dengan sasaran orang dewasa akan menuju ketingkat ketercapaian bagi tujuan pembelajaran dan juga bagi terpenuhinya kebutuhan warga belajar. (Fatchan Chasani)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar